James F Sundah Meninggal Dunia, Addie MS Kenang Sang Pencipta Lagu Ikonik “Lilin-Lilin Kecil” – Jakarta – Dunia musik Indonesia berduka. Komposer legendaris sekaligus pencipta lagu ikonik “Lilin-Lilin Kecil”, James F. Sundah, meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026) pukul 11.28 waktu New York, Amerika Serikat. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 70 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024 .
Perjalanan Karier dan Perjuangan Melawan Kanker
James Freddy Sundah lahir di Manado, 28 Februari 1959 . Sepanjang kariernya, ia telah menciptakan ratusan lagu yang menjadi soundtrack kehidupan bangsa Indonesia. Beberapa karyanya yang paling terkenal antara lain “Lilin-Lilin Kecil” yang dipopulerkan Chrisye, “September Ceria” untuk Vina Panduwinata, serta “Katakanlah” .
Selama dua tahun terakhir, James berjuang melawan kanker paru-paru sel situs slot gacor kecil (Small Cell Lung Cancer). Ia didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada 25 Juni 2025 dan menjalani perawatan intensif di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York .
Meskipun tubuhnya semakin lemah, denyut kreativitas James tidak pernah berhenti. Di penghujung hayatnya, ia masih sempat menggubah sebuah lagu spesial untuk sang istri tercinta berjudul “Seribu Tahun Cahaya” yang kemudian dibawakan oleh Claudia Emmanuela Santoso .
Kenangan Addie MS untuk Sang Maestro
Addie MS, komposer dan konduktor Twilite Orchestra, mengenang momen pertamanya bekerja dengan James F. Sundah. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Addie menceritakan pengalamannya mengaransemen lagu “September Ceria” pada tahun 1982.
“Ini rekaman asli ‘September Ceria’ yang kuterima dari James F. Sundah, dan mahjong ways disambung dengan versi yang telah aku aransemen dan rekam tahun 1982 yang lalu,” tulis Addie MS .
Ia mengungkapkan bahwa saat itu Jackson Records mempercayakannya untuk memproduseri album Vina Panduwinata. Addie mengajukan syarat agar menggunakan orkestra, sebuah ide yang tergolong berani pada masanya. Rekaman pun dilakukan di Filipina dengan orkestra Filipina .
Meskipun harus merogoh kocek sendiri untuk membiayai orkestra, Addie mengaku tidak menikmati honor sepeser pun dari pekerjaannya itu. Namun begitu album dirilis, lagu “September Ceria” langsung meledak menjadi hits. “Ini bayaran yang terindah,” kenang Addie MS .
Warisan “Lilin-Lilin Kecil”
Lagu “Lilin-Lilin Kecil” diciptakan James bersama adiknya, Linda, untuk ajang Lomba Cipta Lagu Remaja yang diselenggarakan Radio Prambors pada tahun 1977. Awalnya lagu itu tidak ditujukan untuk Chrisye, tetapi setelah dibujuk oleh Sys NS (penyiar Radio Prambors), Chrisye akhirnya bersedia membawakannya .
Filosofi di balik lagu tersebut begitu dalam. Menurut James F. Sundah, ia menciptakan “Lilin-Lilin Kecil” saat listrik padam. Ia melihat pengorbanan besar dari lilin yang menyala; begitulah filosofinya . Lirik lagu ini juga menggambarkan situasi tentang teman-temannya yang mengalami kesulitan hidup .
Penghormatan dan Penghargaan Terakhir
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, tanah kelahiran James, secara resmi menobatkannya sebagai “Maestro Budaya Nusantara” beberapa waktu sebelum kepergiannya. Gelar ini diberikan kepada putra daerah yang telah mengharumkan nama Sulawesi Utara di kancah internasional .
James F. Sundah dimakamkan di St. John Cemetery, Queens, New York pada Senin (11/5/2026) waktu setempat. Pemakaman dihadiri keluarga dekat dan kerabat .
Dalam prosesi pemakaman, terjadi momen yang sangat mengharukan ketika semua bonus new member 100 pelayat menyanyikan bersama lagu “Lilin-Lilin Kecil” ciptaan James. Istri James, Lia, menyampaikan eulogy (pidato perpisahan) yang ia tulis sendiri untuk suami tercinta . Doa lima agama juga dipanjatkan dalam upacara tersebut: Kristen Protestan (agama James), Katolik (agama Lia), Yahudi, Islam, dan Buddha .
Warisan Abadi untuk Musik Indonesia
Selain dikenal sebagai komposer, James F. Sundah juga aktif memperjuangkan sbobet hak kekayaan intelektual musisi Indonesia. Ia terlibat dalam berbagai organisasi seperti PAPPRI, KCI, dan LMKN .
James memiliki jejak karier internasional yang cemerlang. Ia pernah berkolaborasi dengan dua personel Scorpions, Klaus Meine dan Rudolf Schenker, dalam lagu “When You Came Into My Life” yang meraih sertifikasi emas di Jerman, Prancis, dan Finlandia .
Kepergian James F. Sundah meninggalkan lubang besar di dunia musik Tanah Air. Namun, seperti kata seseorang di media sosial, “Lilin-Lilin Kecil itu sekarang menyala di surga. James tidak pernah mati, ia hanya pindah panggung.” .
Melodi-melodi ciptaannya akan terus dikenang dan dinyanyikan lintas generasi. James F. Sundah telah menjadi “lilin kecil” yang menerangi jalan bagi para musisi muda Indonesia untuk terus bermimpi setinggi langit .